Tampilkan postingan dengan label roti. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label roti. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Juni 2013

Roti Pisang Coklat Keju

Assalamualaykum


Suatu saat di awal tahun 2011 saya browsing di internet dan kesasar di blognya Florence. Tertarik dengan aneka resep yang ada di dalamnya.
Tanpa sengaja saya membaca sebuah resep roti/bread yang menggunakan Tangzhong (water roux). Untuk pertama kali itulah saya dengar kata tangzhong. Tangzhong adalah suatu adonan tepung dan air yang dipanaskan di atas api kecil sampai mendidih dan mengental. Tangzhong ini kemudian didinginkan dan dicampur dengan bahan roti. Fungsinya untuk melembutkan adonan roti/bread. Terhenyak saya membacanya karena selama ini saya selalu berusaha mencari pelembut roti yang alami. Jika membuat roti saya selalu pake bread improver. Tidak disangka orang Cina sudah menggunakannya selama puluhan tahun. Tanpa pikir panjang saya segera mempraktekkan resep yang saya dapat ini dan hasilnya membuat saya surprise. Ternyata adonan rotinya memang sangat lembut. Dan tidak terlalu berat untuk diuleni karena adonan jadi lebih lunak (itu menurut saya ya). Setelah sukses menaklukkan roti dengan metode tangzhong saya selalu membuat roti sobek, bun, pizza atau roti yang lain dengan adonan ini. Sayang di bulan Oktober 2011 saya terkena rematik yang membuat saya harus "berpisah" dengan tangzhong karena badan tidak kuat nguleni adonan.

Sekarang ini kondisi saya sudah lebih baik dan merasa kuat untuk menguleni lagi. Sebagai korban pertama saya membuat roti pisang coklat keju. Ini karena ketika mudik bulan lalu saya dibelikan roti piscok keju di sebuah bakery oleh adik saya. Rasanya masya Allah enak banget. Kelezatannya masih terbayang-bayang meskipun saya sudah kembali di Ciledug. Oleh karena itulah saya berniat banget membuatnya. Hasilnya Alhamdulillah enak. Empuk dan lembut sesuai yang saya inginkan.

Adonan di bawah nanti tidak pake telur ya dan sudah dimodif sesuai keinginan saya. Sengaja tidak pakai telur karena ingin membandingkan saja. Dulu saya selalu pakai telur meski menggunakan metode tangzhong. Setelah matang hasilnya tidak terlalu berbeda dengan pake telur. Tetap saja lembut dan empuk. Jadi kalo kehabisan telur nggak usah panik deh. Eh tapi kan tetap butuh telur untuk olesan kan ? hehe...iya ya lupa eike. Untuk pisangnya saya menggunakan pisang uli yang ditumis sebentar dengan mentega/margarin. Dan coklatnya pake DCC yang diserut. Ketika dioven coklatnya sampai meleleh keluar, duuuuhhh bikin ngeces deh....

Untuk pic,  hasilnya membuat saya sedikit kaget karena agak blur. Semalam saya habis utak-atik seting kamera dan lupa diseting lagi. Huwaaaa....Dari sekian banyak jepretan hanya pic paling atas yang tajam dan bagus. Lainnya blur semua. Udah deh insya Allah lain waktu jeprat-jepret lagi buat obat kecewa hari ini.


Bahan :
Tangzhong (water roux) :
25 gr tepung terigu protein tinggi
125 ml air dingin suhu ruang

Bahan utama :
1,5 sdm ragi instan
50 ml air hangat
1 sdt gula pasir
200 gr tepung terigu protein tinggi
50 gr tepung terigu protein sedang
50 gr gula pasir
2 sdm susu bubuk
1 resep adonan tangzhong
3-5 sdm air dingin suhu ruang (gunakan jika diperlukan)
50 gr mentega/margarin
1/2 sdt garam halus

Isi :
10 bh pisang uli/raja, tumis sebentar menggunakan mentega/margarin
Dark cooking Chocolate, serut kasar
Keju cheddar, diparut

Olesan :
1 kuning telur, kocok lepas
1 sdm susu cair
mentega/margarin secukupnya

Cara membuat :
1. Tangzhong : dalam sebuah panci kecil letakkan terigu kemudian tuangi dengan air sambil diaduk menggunakan whisker sampai licin dan halus.
2. Nyalakan api  kecil dan aduk-aduk adonan sampai mengental. Begitu mendidih dan meletup letup kecil segera matikan api dan dinginkan.
3. Sementara itu dalam sebuah mangkuk campur ragi instan, air hangat dan gula pasir, aduk rata. Letakkan di tempat hangat selama 15 menit sampai berbuih.
4. Dalam sebuah wadah besar campur kedua macam tepung, gula pasir dan susu bubuk, aduk rata. Masukkan adonan tangzhong dan larutan ragi, uleni sampai rata. Jika selama diuleni tepung terasa kering tambahkan air sedikit demi sedikit, sesendok demi sesendok sampai terasa lembab. Tapi jika terlalu lembek tambahkan tepung sedikit demi sedikit.
5. Masukkan mentega dan garam, uleni lagi sampai adonan menjadi kalis, kurleb 15-20 menit. Bulatkan adonan dan tutup menggunakan serbet lembab. Letakkan di tempat hangat sampai mengembang 2x lipat selama 1 jam. Siapkan loyang datar beroles mentega.
6. Kempiskan adonan dan bagi menjadi 10 bagian. Tipiskan masing -masing bagian berbentuk oval kemudian beri DCC dan pisang, gulung sampai setengah bagian. Setengah bagian adonan dikerat menggunakan pisau tajam. Lanjutkan menggulung sampai di ujung adonan. Letakkan di atas loyang dan lakukan sampai adonan habis. Fermentasikan kembali di tempat hangat selama 90 menit.
7. Duapuluh menit sebelum fermentasi berakhir panaskan oven dengan suhu 200° C. Olesi permukaan roti dengan campuran kuning telur dan susu sampai rata. Taburi dengan keju. Panggang selama 15 menit sampai berwarna kuning kecoklatan. Setelah dikeluarkan dari oven segera olesi dengan mentega supaya tidak kering.




Minggu, 21 April 2013

Talam Lapis Roti Tawar

Assalamualaykum


Apa kabar semua ?? Lama ya saya nggak update blog. Hampir 3 minggu meliburkan diri dari bikin snack dan motret. Sengaja libur ya ?? Iya, emang sengaja karena kebetulan badan kurang sehat.
Sehari setelah posting Sate Usus, saya makan gorengan plus cabe. Udah deh kumat maagnya (bandel). Padahal saya udah dilarang keras makan cabe kok ya nekat, nggak tahan liat bakwan dan segambreng cabe rawit. Keesokan harinya langsung mual sampai 3-4 hari lamanya. Kalo udah berasa mual gitu, duuuuhhh sengsara banget rasanya. Makan dan minum nggak bisa. Ujung-ujungnya lemas banget ni badan. Sempat deh terucap, setelah sembuh nanti nggak akan makan cabe lagi. Tapi lidah tak bertulang, ketika kemarin dapat nasi kenduri dari tetangga dan ada urap, saya nekat nyomot bumbu urapnya yang pedes. Comot sedikit sih. Tapi berulang ulang. Kalo ditotal ada 1 sdm kali, hahahahaaaa....(dassar mencla-mencle). Alhamdulillah sampai detik ini lambung saya anteng dan dingin. Semoga saja bisa kuat ngadepin rayuan berupa makanan yang pedes-pedes, aamiin....

Dan setelah merasa sehat, tadi pagi saya bikin snack ini. Nyontek dari blognya Zila Norazila. Ngiler liat picnya. Kombinasi warna kuenya juga cantik, coklat dan orange. Seperti biasa resepnya dimodif dikit supaya lebih praktis. Maaf ya Zila, jika resepnya diubah sedikit sesuai seleraku. Resep ini menggunakan loyang bulat diameter 20cm yang telah dialasi alumunium foil dan dioles minyak goreng. Jika tidak ada alu foil bisa menggunakan plastik tebal tahan panas. Proses pembuatannya cukup mudah, hanya diblender saja supaya irit cucian, hehe...Dan satu lagi, resep ini nggak pake telur lho (ini mah favorit banget, hihi...). Setelah matang dan dicicip, rasanya mrip dengan kue lapis beras tapi lebih padat. Hal ini karena penggunaan roti tawar yang ada dalam resepnya. Santan yang dipake pun santan segar yang telah direbus dulu supaya tidak mudah basi.

Setelah jadi dan ingin dipotret, barulah bingung cari tempat untuk motret karena hujan dan mendung gelap sekali. Terpaksa motret di ruang tamu yang sumber cahayanya kurang bagus (terlalu keras karena harus buka pintu) menurut saya.

Bahan :
800 ml santan dari 1 butir kelapa parut
2 lbr daun pandan
2 lbr daun jeruk
8 lembar roti tawar tanpa kulit, sobek kecil kecil
100 gr gula pasir
100 gr tepung beras
75 gr tepung tapioka/kanji/aci
1/2 sdt garam
1/2 sdt pasta pandan
1/2 sdt pasta coklat
1/2 sdt pasta orange

Cara membuat :
1. Rebus santan, daun pandan dan daun jeruk sambil diaduk-aduk sampai mendidih supaya santan tidak pecah. Dinginkan, buang daun pandan dan daun jeruknya.
2. Alasi loyang bulat diameter 20cm dengan alu foil dan olesi sedikit minyak goreng. Panaskan kukusan.
3. Rendam roti tawar dan 200 ml santan, biarkan selama 10 menit sampai santan diserap oleh roti.
4. Masukkan ke dalam blender, disusul oleh gula pasir. Tambahkan sedikit santan supaya blender bisa berputar. Proses sampai halus.
5. Masukkan tepung beras, tepung tapioka dan garam. Tuangi sedikit santan kemudian proses sampai licin dan rata.
6. Setelah halus, tuangkan ke dalam wadah besar dan masukkan sisa santan, aduk rata.
7. Bagi adonan menjadi 3 bagian, beri pasta pandan, coklat dan orange.
8. Tuangkan 1/2 bagian adonan pandan, kukus sampai mengeras selama 10 menit. Tuangi adonan coklat, kukus lagi selama 10 menit. Tuangi adonan orange dan kukus selama 10 menit. Lakukan terus sampai adonan habis. Setelah lapisan paling atas dituang, kukus selama 15 menit.
9. Setelah matang, keluarkan dari kukusan dan dinginkan dahulu sebelum dipotong.



Jumat, 22 Maret 2013

Bingka Roti Kukus Pandan

Assalamualaykum


Ketika blogwalking beberapa hari yang lalu, tanpa sengaja saya terdampar di Notabilia. Dan ketika sedang asik membuka halaman demi halaman mata saya terbelalak melihat Bingka Roti Kukus Pandan. Sungguh terpana oleh warna hijau bingka ini.
Langsung saja saya simpan untuk dipraktekkan dalam waktu dekat. Setelah semua bahan siap, kermarin sore saya langsung eksekusi. Ketika mengambil telur, ternyata tinggal 3 butir. Seharusnya memakai 4 butir. Sementara yang satu butir sudah dipesan orang rumah. Ya sudah akhirnya saya memakai 2 butir saja. Hasilnya alhamdulillah nggak bau telur dan enak. Takaran gula juga dikurangi supaya tidak terlalu manis. Di resep disebutkan menggunakan 1 cup gula pasir yang saya setarakan dengan 200 gr. Dan saya hanya menggunakan 100 gr saja. Bingka ini menurut saya sungguh sedap apalagi setelah dimasukkan kulkas semalam. Begitu masuk mulut, hmmmm...nyam nyam.... manisnya pas dan terasa gurih.

Sayangnya tadi ketika mau difoto, mendadak saya merasa kurang enak badan. Kepala rasanya kliyengan dan merasa sedikit lemas. Tapi saya nekat naik ke lantai atas untuk mempersiapkan propertinya dengan dibantu anak yang diberi tugas pegang reflektor. Kebetulan sejak Jumat kemarin dia libur sekolah 2 hari. Lumayanlah bisa bantuin ibunya bikin bingka ini dan motret. Karena kliyengan tadi, saya sampai nggak punya ide untuk menata perlengkapan properti seperti serbet, sendok atau apa gitu. Kepala serasa kosong oleh ide apapun, terasa sulit untuk berpikir. Sehingga hasil fotonya kosong melompong. Hanya background wana putih yang dominan.Alhamdulillah ketika acara potret memotret selesai tidak ada insiden apapun. Takutnya kalo saya sampai pingsan di lantai atas, hehe....setelah dipotret langsung saya beri watermark dan diposting. Rencananya setelah posting ini langsung mau istirahat supaya badan bisa pulih kembali.


Bahan :
10 lembar roti tawar berkulit
100 gr gula pasir
1/4 sdt garam
400 ml santan sedang dari 1/2 butir kelapa parut, rebus,biarkan hangat
2 butir telur
1/2 sdt pasta pandan
2 lbr daun pandan, simpulkan
50 gr kismis (tambahan dari saya)

Cara membuat :
1. Potong potong roti tawar masing masing menjadi 4 bagian. Potong menggunakan pisau ya. Sisihkan.
2. Dalam sebuah wadah besar campur jadi satu gula pasir dan garam, tuangi santan hangat sambil diaduk sampai rata. Tambahkan telur dan pasta pandan, aduk rata. Masukkan roti tawar dan biarkan terendam selama sedikitnya 10 menit.
3. Panaskan kukusan sampai mendidih airnya. Siapkan loyang bulat diameter 20cm, alasi kertas roti dan olesi minyak goreng.
4. Tuang rendaman roti tawar tadi ke dalam loyang sekaligus bersama santannya. Taburi kismis dan beri diatasnya daun pandan. Masukkan dalam kukusan dengan api sedang. Kukus selama 20-25 menit.
5. Setelah matang, keluarkan dari kukusan dan biarkan dingin. Masukkan dalam kulkas supaya padat. Setelah padat, keluarkan dari loyang, potong dan sajikan.


Selasa, 15 Januari 2013

BAKPIA BASAH

Assalamualaykum


Pertama kali makan roti ini ketika saya tinggal di Bawen, sekitar 10-12 tahun yang lalu.
Karena waktu itu saya tinggal jauh dari kota, snack yang dijual di warung atau pasar terdekat juga sangat terbatas. Suatu ketika pas belanja sayur, pingin nyobain roti baru yang ada di warung dekat rumah. Setelah makan langsung suka. Roti ini mirip bakpia tapi kulitnya seperti kulit roti, lebih lembab dan tidak kering atau beremah. Isinya dari kacang ijo dan rasanya tidak terlalu manis. Anak saya doyan banget. Suatu hari tanpa sengaja ketemu dengan mas-mas yang biasa setor roti ini di warung-warung. Tanpa pikir panjang saya langsung beli 10 biji. Dan ludes dalam waktu sehari. Orang di rumah pada doyan banget ! Sejak itu roti kacang ijo ini jadi favorit di rumah. Dan saya juga sering borong roti ini dari supliernya. Sayang, "hubungan" saya dengan roti kacang ijo ini harus terputus ketika saya harus kembali ke Solo. Di Solo saya sudah berusaha mencari ke pasar-pasar tapi tidak ketemu. Akhirnya setelah sekian lama roti kacang ijo ini terlupakan.

Dan secara tidak sengaja ketika blog walking di blognya mbak Hesti ada resep Bakpia Basah. Setelah baca resepnya kayaknya  resep ini yang saya cari-cari. Tapi tidak kunjung praktek juga. Ketika salah satu grup dapur yang saya ikuti di fb mengadakan event, saya mengikutkan Bakpia Basah ini sebagai "peserta". Tidak menang memang (tapi tetap dapat hadiah hiburan lho.....). Tapi kenangan saya akan roti kacang ijo alias bakpia basah muncul lagi. Dan sebagai efek manisnya keluarga saya menuntut saya untuk membuatnya kembali. Dan 2 hari yang lalu saya membuat lagi. Dan ludes dalam waktu kurang dari 2 hari juga. Padahal banyak lho hasilnya. Dari 250 gr terigu bisa dihasilkan 30 biji bakpia basah. Dan bahan kulitnya ini tidak memakai telur.

Buat mb Hesti, makasih buanyak ya atas sharing resepnya. Enak. Orang rumah pada doyan buanget nih mbak, hehe....


Bahan isi :
125 gr kacang ijo
500 ml air
50 gr gula merah
25 gr gula pasir
1/2 sdt vanili bubuk ( 2 lbr daun pandan )
sejumput garam
2 sdm minyak goreng

Cara membuat :
1. Rebus air sampai mendidih, masukkan kacang ijo, matikan api. Biarkan semalam dalam kondisi panci tertutup. Keesokan harinya rebus kacang ijo sampai empuk tanpa mengganti airnya. Saring dan tiriskan.
2. Blender kacang ijo sampai halus. Tuang ke dalam wajan. Masukkan gula merah, gula pasir, vanili, dan garam. Masak sampai kering dan kalis. Matikan api.
3. Masukkan minyak goreng, aduk rata. Biarkan dingin. Setelah dingin bagi menjadi 30 bagian dan bulatkan.
Note : air sisa rebusan kacang ijo jangan dibuang ya. Selagi panas beri gula sesuai selera. Setelah hangat minum deh....hehe...lumayan dapat minuman bergizi. Insya Allah...

Kulit :
250 gr terigu protein sedang
3 sdm gula pasir
1/2 bks ragi instan
125-150 ml air hangat (penggunaan air tergantung kelembaban tepung)
2 sdm margarin
1/4 sdt garam halus

Cara membuat :
1. Dalam sebuah baskom masukkan terigu, gula pasir dan ragi instan, aduk rata. Masukkan air sambil diuleni sampai rata dan lembab. Masukkan margarin dan garam, uleni sampai kalis (tidak lengket ditangan).
2. Fermentasikan adonan di tempat hangat selama 45 menit. Siapkan loyang beroles margarin.
4. Kempiskan adonan dan bagi menjadi 30 bagian. Beri adonan dengan isi kacang ijo. Bulatkan dan pipihkan. Letakkan di atas loyang. Beri jarak diantaranya karena kue akan sedikit mengembang. Diamkan selama 15 menit.
5. Sementara itu panaskan oven dengan suhu 200 derajat C. Panggang selama 10 menit. Keluarkan dari oven, balik kuenya. Panggang lagi selama 5 menit. Angkat dan dinginkan.

Hasil : 30 buah



Kamis, 11 Oktober 2012

PUDING ROTI, TAPE DAN PISANG

Assalamualaykum





Sudah beberapa hari ini di rumah ngendon roti Bun. Roti bulat-bulat yang dipakai untuk burger itu. Bosen deh kalo bikin burger aja. Pingin dibuat olahan yang lain supaya cepat habis.
Pingin sih bikin puding roti dengan kelapa muda. Ketika suami di kantor, sempat minta titip dibelikan kelapa muda. Tapi malah lupa nggak beli. Ketika belanja keesokan harinya ternyata tukang sayur membawa pisang uli. Asiiikk beli deh. Kemudian sore harinya tukang tape lewat depan rumah. Beli tape juga buat melengkapi pudingnya. Pingin juga dikasih kismis, ternyata stoknya habis. Taburi aja pake coklat meises. Kebetulan juga masih ada santan kelapa sedikit. Saya tambahi pake susu cair aja biar agak banyak jumlah cairannya.  Alhamdulillah hasilnya enak. Yang bikin enak menurut saya adalah tapenya yang manis, memberi tendangan rasa yang berbeda. Membuat pudingnya nggak terlalu eneg gitu. Gimana sih rasanya ? Yuk bikin yuk....

Bahan :
175 gr roti bun/roti tawar
250 gr tape singkong yang matang dan manis, buang seratnya, potong dadu
4 bh pisang uli, potong bulat
250 ml santan sedang
250 ml susu cair
1/4 sdt garam
125 gr gula pasir
2 butir telur
1/2 sdt vanili bubuk
coklat meises secukupnya

cara membuat :
1. Siapkan pinggan tahan panas volume 1 liter, olesi margarin, sisihkan.
2. Sobek-sobek roti tawar, sisihkan.
3. Dalam sebuah mangkuk, campur jadi satu santan, susu, garam dan gula, aduk sampai gula larut. Maukkan telur dan vanili aduk rata..
3. Tata dalam pinggan, roti, pisang dan tape secara berselang seling/acak. Dengan menggunakan sendok sayur, tuangi dengan adonan santan+susu sampai rata. Biarkan selama 15 menit supaya roti menyerap cairan. Setelah menyerap, taburi coklat meises.
4. Sementara itu panaskan oven dengan suhu 180 derajat C. Panggang dalam oven selama 35-40 menit atau sampai permukaan puding jadi agak kering ya.







Sabtu, 06 Oktober 2012

OLIEBALLEN

Assalamualaykum




Alhamdulillah masih diberi kesempatan untuk mengerjakan PR DA lagi. Sejak awal PR ini diumumkan awal bulan kemarin saya sangat gembira menyambutnya. Hal ini dikarenakan saya absen mengerjakan PR sejak bulan Juli kemarin. Tema yang diangkat kali ini adalah tentang Olahan Roti.
Tapi biarpun semangat, mood saya membuat roti kok tidak segera datang. Entah apa sebabnya. Di kepala ini sudah berputar bermacam-macam ide ingin bikin ini dan itu. Tapi ketika berganti hari, mood membuat roti seakan melempem. Ini karena malas atau apa ya, hehe....


Hari ini mumpung hari Minggu dan suami libur kerja, saya niati sejak bangun tidur untuk menyelasaikan PRnya. Setelah mikir, saya memutuskan membuat Olieballen. Olieballen ini disebut juga dengan Donat Belanda. Asalnya memang dari Negeri Kincir Angin sono. Perbedaannya dengan donat biasa, adonan ini tidak memakai lemak (mentega/margarin). Selain itu -setelah browsing internet- proses pembuatannya juga ada 2 macam. Ada yang mencampur adonannya dengan diaduk-aduk menggunakan sendok, ada yang diuleni. Dan saya memilih yang diuleni saja. Biar keliatan rajin gitu, hehehe...Nggak juga ah. Alasannya karena adonan yang diuleni menurut saya akan menghasilkan adonan yang lembut dan empuk (biarpun hasil akhir adonan akan lengket sekali karena menggunakan cairan agak banyak dan minus lemak). Ini menurut saya lho ya....








Bila kita ingin makan donat tapi waktu dan tenaga terbatas, Olieballen ini bisa dijadikan alternatif supaya nggak ngeces. Resep yang saya pakai, ngintip dari buku Kreasi Roti terbitan Gramedia. Tapi seperti biasa diutak-atik sesuai keinginan saya. Ok deh sekarang diliat resepnya yuk...

PR GRUP DAPUR AISYAH, OKTOBER 2012

Tema : Olahan Roti
Sumber : Buku Kreasi Roti, Gramedia
Dibuat oleh : Rina Audie

Bahan :
225 gr tepung terigu protein tinggi (saya pake merk Cakra)
1 sdm gula pasir
1 sdm ragi instan
sejumput garam
1 butir telur ayam
175 ml susu hangat
50 gr kismis, rendam air hangat, tiriskan
100 gr sukade
Minyak goreng yang cukup banyak

Taburan :
Gula halus/gula donat
Kayu manis bubuk secukupnya

Cara membuat :
1. Dalam sebuah baskom, campur jadi satu tepung terigu, gula pasir, ragi instan,garam dan telur. Uleni menggunakan tangan sambil dituangi susu hangat sedikit-sedikit. Uleni selama kurang lebih 10 menit. Adonan akan kental, pekat dan lengket.
2. Masukkan kismis dan sukade, uleni sampai rata.
3. Tutup adonan menggunakan serbet basah dan diamkan selama 45 menit sampai mengembang 2x lipat.
4. Setelah mengembang, kempiskan adonan dengan cara diaduk-aduk menggunakan sendok yang telah diolesi minyak.
5. Panaskan minyak di dalam wajan. Dengan menggunakan 2 buah sendok makan yang telah dibasahi minyak, ambil 1/2 sdm adonan, bentuk bulat. Masukkan dalam minyak panas. Goreng menggunakan api agak kecil sampai kuning kecoklatan. Angkat dan tiriskan. Biarkan dingin, kemudian taburi dengan gula halus dan kayu manis bubuk.