Selasa, 30 Oktober 2012

EGGLESS MARBLE CAKE

Assalamualaykum




Apa kabar semua ? Maaf ya kalo saya lama tidak mengudara di sini. Pasti sudah tidak sabar menunggu postingan saya yang terbaru. Sudah seminggu ini mood untuk ngeblog, bikin snack dan motret pada kabur semua.
Kalo mood sudah hilang, susah betul tuk mengembalikan ke kondisi semula. Tapi untunglah mood buat makan nggak ilang, hahaha...jadi biarpun nggak bikin snack saya tetap aja masak buat makan sehari-hari.

Ok, untuk entri kali ini saya bikin Eggless Marble Cake. Dapat resep dari blognya Sailu. Sudah yang kedua kalinya saya bikin kue ini. Cocok dengan hasilnya, sesuai selera gitu. Biarpun tanpa telur, hasilnya tetap enak, lembut dan moist. Nggak seret. Mirip buttercake tapi lebih ringan karena menggunakan minyak goreng saja tanpa mentega/margarin. Untuk bahannya ada yang saya ganti yaitu yoghurt. Yoghurt saya ganti dengan homemade buttermilk. Caranya 250 ml susu cair dicampur dengan 1 sdm air jeruk nipis atau cuka, diamkan 10 menit. Akan terjadi gumpalan dipermukaan susu. Nah buttermilkpun siap dipakai.

Sedang proses pembuatannya juga saya ubah sedikit. Ini bukan disengaja lho, tapi karena saya tidak membaca resep secara cermat. Udah pernah bikin kok ya masih salah juga. Seharusnya yoghurt dan gula pasir dikocok dahulu, tapi malah saya campur ke tepung terigu. Ya sudahlah akhirnya saya main cemplang-cemplung saja. Sempat khawatir bantat juga sih, tapi Alhamdulillah hasilnya malah menggembirakan. Penasaran bikin kue tanpa telur ? Yuk dicoba yuk...




Bahan :
250 ml susu cair
1 sdm air jeruk nipis/cuka
200 gr tepung terigu
1/2 sdt soda kue
1,5 sdt baking powder
125 gr gula pasir
1/2 sdt vanili bubuk
125 ml minyak goreng
1 sdm coklat bubuk
2-3 sdm air panas

Cara membuat :
1. Siapkan loyang tulban/ring diameter 18 cm, olesi margarin dan taburi terigu. Panaskan oven dengan suhu 200 derajat C.
2. Campur susu dan air jeruk nipis, biarkan 10 menit, sisihkan.
3. Sementara itu campur terigu, soda kue, baking powder, gula pasir dan vanili bubuk, aduk rata.
4. Masukkan buttermilk dan minyak goreng secara berselang-seling sambil diaduk menggunakan whisker sampai rata. Adonan yang terbentuk akan kental ya.
5. Dalam wadah lain campur coklat bubuk dan air panas sampai terbentuk seperti pasta. Beri 1/3 bagian adonan putih, aduk rata.
6. Tuang adonan putih ke dalam loyang. Tuangkan adonan coklat diatasnya secara acak. Bentuk pola marmer dengan menggunakan lidi/garpu.
7. Oven dengan suhu 200 derajat C selama 10 menit. Turunkan suhu oven seketika menjadi 180 derajat C. Lanjutkan memanggang selama 30 menit. Lakukan tes tusuk. Keluarkan cake dari oven.




Senin, 22 Oktober 2012

CHIFFON COKLAT PISANG

Assalamualaykum





Hari minggu yang lalu suami beli pisang ambon untuk kami di rumah. Tapi belinya lha kok nggak tanggung-tanggung. 2 sisir !! Padahal satu sisir isinya sekitar 15 bh pisang. Mana udah mateng semua !
Kelabakan deh mau ngabisin pisang segitu banyaknya. Baru satu hari di rumah udah mulai item-item kulitnya. Sebagian dibawa anak ke sekolah, tapi kok masih sisa agak banyak. Mikir deh mau diapain pisangnya ya. Setelah liat stok bahan yang ada, akhirnya bikin chiffon pisang aja.

Untuk membuat chiffon ini saya pake resep saya sendiri Chiffon Coklat yang saya modif sedikit. Pada waktu proses pembuatan sih lancar-lancar saja. Tapi ketika dioven masalah mulai muncul. Bagian atas kue kok lama amat keringnya. Mungkin disebabkan pemakaian pisangnya lebih banyak daripada terigunya,  karena pisang berfungsi membuat kue jadi lembab/moist. Selain itu karena saya memakai loyang chiffon bongkar pasang yang berdinding tinggi, sementara adonannya rendah, sehingga panas oven tidak bisa megeringkan permukaannya. Tapi ketika sudah dingin dan dipotong, hasilnya Alhamdulillah enak dan wangi pisang.Lain kali saya mau coba bikin lagi memakai loyang tulban aja deh biar bisa kering sempurna.







Bahan :
3 butir putih telur
1/2 sdt garam
1 sdt air jeruk nipis/cuka
75 gr gula halus
75 gr tepung terigu
2 sdm coklat bubuk
1 sdt baking powder
1/2 sdt soda kue
100 gr pisang ambon yang matang, haluskan
3 butir kuning telur
50 ml susu cair
50 ml minyak goreng

Cara membuat :
1. Panaskan oven dengan suhu 160 derajat C. Siapkan loyang chiffon bongkar pasang, biarkan kering. Jangan dioles dengan minyak/margarin ! Panaskan loyang di dalam oven supaya memuai bagian sambungannya dan tidak bocor.
2.Kocok putih telur, air jeruk nipis dan garam sampai berbuih, masukkan gula pasir dalam 3 tahap sambil dikocok menggunakan speed agak tinggi sampai mengkilat dan kaku. Kocokan ini akan memakan waktu 4-5 menit jika menggunakan hand mixer. Sisihkan.
3. Campur susu dan minyak goreng, sisihkan
4. Dalam wadah yang lain campur terigu, baking powder dan soda kue sampai rata. Masukkan pisang halus dan kuning telur. Kocok menggunakan mixer speed rendah sambil dituangi campuran susu dan minyak goreng. Kocok sampai rata saja tidak perlu mengembang.
5. Masukkan 1/3 bagian putih telur kaku ke dalam adonan terigu + pisang, aduk balik menggunakan spatula sampai rata. Masukkan lagi 1/3 bagian putih telur kaku, aduk sampai rata. Terakhir masukkan lagi sisa putih telur, aduk rata.
6. Tuang kedalam loyang yang sudah dipanaskan. Panggang selama 90 menit (1 jam 30 menit ). Sentuh permukaan kue dengan jari. Jika membal dan kering, berarti sudah matang. Keluarkan dari oven.
7. Segera balik/telungkupkan loyang menggunakan kaki loyang. Jika loyang tidak mempunyai kaki, sangga menggunakan botol pada bagian yang berlubang dalam posisi dibalik. Biarkan dingin selama 1.5-2 jam. Kikis bagian tepi loyang menggunakan pisau tajam dan tipis. Kikis juga bagian tengah dan dasar loyang. Keluarkan dari loyang, potong dan sajikan.








Minggu, 21 Oktober 2012

KARI NASI AYAM

Assalamualaykum




Untuk menu hari ini saya bikin Kari Nasi Ayam. Resep saya dapatkan dari tabloid kuliner. Sudah lama ngincer resep ini. Mumpung masih punya bumbu kari, saya bikin aja tadi pagi. Enak deh. Gurih khas kari gitu.


Bahan
300 gr beras, cuci bersih
500 gr ayam, potong-potong, cuci bersih
1 liter santan sedang
1 buah serai, memarkan
2 lbr daun salam
4 cm lengkuas, memarkan
3 lbr daun jeruk, buang tulang daunnya
1 sdm bumbu kari bubuk
 1 sdt gula merah
garam dan merica secukupnya

Bumbu halus :
1/2 sdt jinten
1 sdt ketumbar
2 bh cabe merah besar
5 butir bawang merah
3 siung bawang putih
4 butir kemiri
2 cm kunyit
1 cm kencur

Cara membuat :
1. Panaskan sedikit minyak di wajan, tumis bumbu halus sampai harum.
2. Masukkan serai, daun salam, lengkuas dan daun jeruk. Menyusul daging ayam, aduk rata.
3. Masukkan bumbu kari dan santan. beri gula merah, garam dan merica bubuk. Cicipi rasanya. Masak sampai ayam matang dan empuk. Matikan api, angkat ayam dari kuah santan, sisihkan.
4. Masukkan beras ke dalam kuah santan, nyalakan api. Masak beras sampai santan habis dan menjadi nasi aron. Bila dirasa terlalu kering, tambahkan air panas. Jangan lupa beri sedikit garam supaya agak gurih. Jangan lupa cicipi ya.
5. Kukus beras sampai matang.
6. Goreng ayam dalam minyak sampai agak kering. Sajikan nasi kari dan ayam goreng.







Jumat, 19 Oktober 2012

BAKWAN SAYUR

Assalamualaykum




Ketika hujan turun dan terasa dingin, ngemil gorengan memang paling cocok. Tadi pagi sekitar jam 6 pagi hujan sudah turun lagi. Alhamdulillah.
Ketika kemarin turun hujan deras saya sudah berencana keesokan hari ingin membuat bakwan sayur, karena pasti cuaca jadi dingin. Tapi ketika buka kulkas ternyata wortelnya nggak ada. Jadi pake sayur seadanya. Dan resep dibawah tetap saya tulis lengkap ya sayurnya.

Membuat bakwan ini memang sangat mudah. Tapi saya sering penasaran kenapa bakwan yang saya beli di penjual gorengan bisa renyah ya. Iseng-iseng saya tambahkan saja tepung tapioka, siapa tau bisa renyah. Dan ternyata memang benar. Ketika masih panas bisa renyah, tapi ketika dingin tidak lagi. Tapi nggak papa deh. Yuk bikin bakwan....




Bahan :
150 gr tepung terigu
4 sdm tepung tapioka
1/2 sdt baking powder
200-250 ml air
300 gr kol, iris halus
50 gr tauge
2 bh wortel, potong dadu
2 batang daun bawang iris halus

Bumbu halus :
3 siung bawang putih
1/2 sdt merica
2 butir kemiri
garam secukupnya

Cara membuat :
1. Dalam baskom besar campur terigu, tepung tapioka dan baking powder sampai rata.  Masukkan bumbu halus. Tuangi air sedikit demi sedikit, sambil diaduk dan didapatkan kekentalan yang diinginkan.
2. Masukkan semua sayur yang telah diiris-iris. Aduk rata. Cicip rasanya.
3. Panaskan minyak yang cukup banyak. Goreng adonan bakwan sesendok sayur, goreng sampai kuning kecoklatan. Angkat dan triskan, Sajikan hangat.




Kamis, 18 Oktober 2012

SOTO AYAM DAN SATE TELUR PUYUH

Assalamualaykum




Pagi hari sarapan pake soto, mau ?? Itu salah satu sarapan favorit saya. Sarapan soto ayam ini adalah kebiasaan saya waktu masih di Solo. Kalo di Solo kita mau sarapan soto ayam, di penjuru sudut Kota Solo akan mudah menemukannya.
Di Solo, bila makan soto kita akan mendapatkan Soto yang sudah diberi nasi didalam mangkoknya. Nasi soto gitu. Jadi nasi dan sotonya tidak dipisah. Soto ini saya buat gara-gara melihat penampakan Soto Kudus Mbak Analisa Ummu Abel. Soto Kudusnya didampingi perkedel dan sate telur puyuh. Telur puyuhnya itu lho yang menggoda saya. Selama ini kalo makan soto ayam, selalu pake tempe goreng. Ternyata enak lho makan soto ayam pake lauk telur puyuh, hihi...(ndeso ah).

Untuk sotonya saya masak dengan bumbu racikan saya sendiri. Pertama kali masak soto ayam dimulai ketika saya SMA. Biasanya kalo pas hari Minggu saya masak soto ini. Awalnya nyontek dari majalah. Lama-lama saya modifikasi sendiri. Aslinya resep soto ini diberi kaldu instan. Tapi sudah beberapa tahun terakhir saya mulai menguranginya. Dan sekarang Alhamdulillah nggak pake lagi. Tapi kalo kepingin pake kaldu instan boleh juga kok. Masukkan kaldu instan di akhir masak ya.

Sedang telur puyuhnya saya masak pake bumbu bacem. Supaya warnanya gelap, kemarin saya rebus menggunakan rebusan kulit bawang merah dan teh celup, hihi...Kenapa pake teh celup segala sih ? Iya karena kulit bawangnya telanjur saya buang sebagian. Lupa  gitu. Ketika ingat, kulit yang tersisa cuma sebanyak 1 sdm aja. Yaaaa....nggak bakalan jadi item dong. Akhirnya saya akalin dengan ditambahi teh celup. Caranya rebus kulit bawang merah sampai mendidih dan berwarna coklat. Masukkan teh celup ke dalamnya, celup-celupkan sampai mendapatkan warna yang diinginkan, kemudian disaring. Naaahh air inilah yang dipake buat merebus telur puyuh.




Bahan Sate Puyuh :
30 butir telur puyuh rebus, kupas kulitnya
1 sdm kulit bawang merah
1 kantung teh celup
250 ml air
4 butir bawang merah, iris tipis
2 siung bawang putih, iris tipis
4 sdm kecap manis
1 sdm gula merah, disisir
Garam dan merica secukupnya

Cara membuat :
1. Rebus kulit bawang merah sampai mendidih, masukkan teh celup. Celupkan beberapa kali sampai warnanya gelap. Saring, sisihkan.
2. Tumis bawang merah dan bawang putih sampai harum, masukkan air teh, telur puyuh, kecap manis, gula merah, garam dan merica. Rebus sampai airnya menyusut dan telur menjadi berubah warna. Angkat, dinginkan. Tusuk menggunakan tusuk sate.







Bahan Soto :
1/2 ekor ayam
1500 ml air
4 cm lengkuas, memarkan
4 lbr daun jeruk, sobek-sobek
2 lbr daun salam
2 batang serai
garam, gula pasir dan merica bubuk secukupnya

Bumbu halus :
1/2 sdt jinten sangrai
1 sdt ketumbar sangrai
2 cm jahe
3 cm kunyit
10 butir bawang merah
5 siung bawang putih
5 butir kemiri

Pelengkap :
100 gr soun, diseduh
100 gr toge, diseduh
100 gr kol, iris tipis, seduh
daun bawang diiris tipis
bawang goreng
kecap manis
jeruk nipis

Sambal :
50 gr cabe rawit merah
2 siung bawang putih
( rebus kedua bahan ini selama 15 menit. Kemudian tiriskan dan haluskan, beri sedikit garam).

Cara membuat :
1. Rebus ayam dalam air sampai empuk. Angkat, tiriskan. Sisihkan kaldunya.
2. Ukur kaldunya sebanyak 1200 ml rebus kembali sampai mendidih.
3. Tumis bumbu halus sampai wangi, masukkan lengkuas, daun jeruk, daun salam dan serai. Aduk sampai keluar aromanya. Masukan ke dalam air kaldu. Bumbui garam, gula dan merica. Cicipi rasanya.
4. Goreng ayam sampai matang tapi jangan terlalu kering, angkat, tiriskan. Potong/suwir-suwir.
5. Penyajian : dalam sebuah mangkok, taruh nasi secukupnya. Beri soun, toge, kol rebus dan suwiran ayam goreng. Guyur dengan kuah panas. Taburi dengan daun bawang dan bawang goreng. Sajikan bersama sate telur puyuh, sambal rebus, kecap dan jeruk nipis.






Senin, 15 Oktober 2012

IKAN BAKAR DAN SAMBAL EBI

Assalamualaykum




Siang-siang makan nasi anget bersama ikan bakar, lalap dan sambal....aduuuuhhh nggak nahaaannn....Nasi sebakul bakalan habis !! hihi....
Begitulah yang terjadi pada saya hari ini. Kemarin ketika belanja di tukang sayur, stok ikannya masih banyak. Padahal sudah menjelang tengah hari. Awalnya saya ngelirik udang. Tapi begitu tukang sayur menunjukkan dagangannya berupa ikan mujaer besar-besar, alamaaaakkk nggak tahan untuk tidak membelinya ! Mujaer 3 ekor seberat 1,2 kg benar-benar meruntuhkan iman saya (halah....). Tanpa babibu saya beli aja ikan itu semuanya. Begitu masuk rumah langsung saya kucuri jeruk nipis dan garam. Setelah dicuci saya rendam dalam bumbu dan tadi pagi saya bakar memakai daun pisang, hmmm...wangi...

Sedang untuk sambalnya, saya mencoba resep Sambal Ebi yang saya dapat dari tabloid Saji. Penasaran seperti apa rasanya sambal yang diulegi ebi di dalamnya. Biasanya kan pake terasi. Biarpun terasi dan ebi berbahan dasar udang, tetap aja beda jauh rasanya. Rasanya tetap enak, tapi kalo disuruh milih, saya tetap milih pake terasi. Udah nyantol di lidah tuh terasinya, hehe...Seperti biasa, pembuatan sambal sesuai selera saya ya. Jadi nggak niru plek resep aslinya.

Sebenarnya saya ingin motret Sambal Ebinya secara khusus. Tapi ketika sedang asyik foto-foto, petugas PLN datang untuk ngecek listrik di rumah tetangga. Langsung kocar-kacir ngeberesi properti buat foto-foto, karena motretnya di ruang tamu. Saya pikir petugas PLN juga bakalan datang ke rumah, ternyata engggak. Duh kegeeran banget sama tukang listrik !! Akhirnya batal deh mau motret Sambal Ebi, karena semua properti udah diberesi. Mood motret juga udah ilang. Tapi tetap saya tulis resepnya ya.

Biasanya saya kalo motret di lantai atas, dibawah jemuran baju, hahaha...(opo maneh iki.....). Tapi ketika 2 minggu yang lalu saya terpeleset di tangga dan kaki saya memar (sampai sekarang ada 1 bekas memar yang belum sembuh), saya mencoba memotret di lantai bawah aja. Dan sinar yang bagus memang di ruang tamu. Tinggal buka pintu dan menata meja, siap deh buat motret. Ok, yuk diintip resepnya....




Bahan :
3 ekor ( 1,2 kg) ikan mujaer
2 bh jeruk nipis
garam
4 sdm kecap manis
3 siung bawang putih halus
2 sdm saus tiram
1 sdm margarin, lelehkan
daun pisang secukupnya

Sambal :
2 sdm ebi, rendam air panas sampai lunak, haluskan
10 bh cabe merah besar
5 bh cabe rawit merah
4 bh bawang merah
2 siung bawang putih
2 lbr daun jeruk, robek-robek
1 sdt gula merah, disisir
garam secukupnya
jeruk limau secukupnya

Cara membuat :
1. Bersihkan ikan dari sisik, insang dan isi perutnya. Kerat menggunakan pisau tajam. Cuci bersih, kucuri dengan air jeruk nipis dan garam. Biarkan 15 menit, cuci bersih lagi.
2. Campur jadi satu kecap manis, bawang putih halus, saus tiram dan margarin leleh aduk rata. Balurkan bumbu kecap ini ke seluruh badan ikan. Biarkan selama 30 menit supaya meresap (saya simpan semalam di kulkas). Bungkus menggunakan daun pisang. Bakar menggunakan penjepit kawat, bolak-balik ikan sampai matang. Sisihkan.
3. Sambal : Rebus cabe merah, cabe rawit, bawang merah dan bawang putih dalam air mendidih selama 15 menit. Angkat, tiriskan. Uleg halus.
4. Panaskan sedikit minyak di wajan, tumis ebi halus sampai harum. Masukkan cabe halus dan daun jeruk, aduk aduk. Beri garam dan gula merah. Aduk sampai sambal agak kering dan matang. Kucuri jeruk limau bila suka.
5. Sajikan ikan bakar bersama nasi hangat dan sambal ebi. Nikmati bersama lalapan.





Minggu, 14 Oktober 2012

CHOCO BANANA BREAD

Assalamualaykum




Alhamdulillah masih bisa ngeblog lagi di hari Senin yang mendung ini. Apa kabar teman ? Semoga masih diberkahi Allah berupa kesehatan dan kesempatan untuk selalu beribadah kepadaNya ya. Aamiin...
Well, kemarin sore saya bikin Choco Banana Bread. Nyontek dari tabloid KOKI nih. Membaca resepnya yang menggunakan pisang dan gula palem, saya membayangkan pasti legit dan wangi nih kuenya. Apalagi didalamnya diberi choco chip yang agak banyak. Selain itu masih diberi bumbu spekoek. Tapi sayangnya stok choco chips saya tinggal sedikit, cuma 50 gr. Kalo untuk campuran kurang berasa. Akhirnya saya pake untuk taburan aja, dan saya tambahi wijen putih. Hmmm...ternyata emang benar. Enak, legit dan wangi. Sangat menggugah selera.


Cake ini disebut juga dengan nama Quick Bread. Menurut tabloid KOKI Quick bread merupakan roti yang dibuat dengan cara yang cepat,tidak menggunakan ragi serta tanpa proses fermentasi. Dalam pengembangan adonan, quick bread menggunakan baking powder atau soda kue. Pembuatannya mirip dengan cake tapi lebih padat. Quick Bread cocok disajikan dalam segala suasana, baik untuk sarapan, bekal,kudapan ataupun suguhan..

Naahh...gimana,  gampang lho bikinnya. Tinggal campur-campur, cemplang-cemplung dan ublek-ublek, jadi deh. Yuk bikin yuk....







Bahan :
300 gr terigu protein sedang (saya pake 250 gr)
175 gr gula palem
1.5 sdt baking powder
1 sdt bumbu spekoek
1/2 sdt garam halus
1 sdm mentega tawar (saya pake 2 sdm)
3 bh pisang ambon, haluskan
100 gr choco chips (saya cuma 50 gr)
2 butir telur ayam, kocok lepas
100 ml susu cair
wijen putih secukupnya untuk taburan

Cara membuat :
1. Siapkan loyang ukuran 10x20cm alasi kertas roti, olesi margarin. Panaskan oven dengan suhu 180 derajat C.
2. Dalam sebuah baskom campur terigu, gula palem, baking powder, bumbu spekoek dan garam, aduk rata.
3. Masukkan mentega, aduk menggunakan ballon whisk sampai rata.
4. Masukkan pisang halus, aduk rata. Masukkan telur, aduk rata.
5. Menyusul susu cair, aduk rata. Adonan yang terbentuk sangat kental ya. Masukkan choco chips aduk rata ( choco chips saya taburkan saja beserta wijen putih setelah dituang ke loyang). Tuang ke dalam loyang.
6. Panggang dalam oven selama 40-45 menit. Jangan lakukan tes tusuk ya karena kue akan tetap lengket di tusuk sate. Pisang yang terkandung didalamnya membuat lembab/moist. Angkat dari oven. Setelah dingin keluarkan dari loyang, potong dan sajikan.